Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Terima kasih...

Selasa, 10 Januari 2017

125 Tahun Rerum Novarum Pada Tahun Belas Kasih



Pada tahun 2016 ini genap 125 tahun dipromulgasikannya Ensiklik Rerum Novarum oleh Paus Leo XIII pada tahun 1891.  Rerum Novarum menjadi semacam monumen lahirnya cara menggereja yang baru, yang ditandai dengan keterlibatan kenabian Gereja pada situasi sosial, politik, dan ekonomi jamannya. Peringatan-peringatan Rerum Novarum dimanfaatkan oleh para paus berikutnya untuk merefleksi ulang bagaimana Gereja hadir di tengah kenyataan dunia. Rangkaian dokumen mulai Rerum Novarum dan yang mengikutinya kemudian akrab kita sebut sebagai  Ajaran Sosial Gereja (ASG). 

Jumat, 06 Januari 2017

Guru-guru kecilku



Hampir dua minggu lamanya aku tidak datang ke sanggar. Aku memilih untuk menarik diri sejenak dari keramaian dan menyepi di kamar kos. Dalam kesendirianku aku berharap dapat menenangkan diri dan berpikir lebih jernih dalam menghadapi keruwetan yang kurasakan akhir-akhir ini. Tapi tetap saja belum kutemukan jalan keluar untuk masalah-masalahku yang menumpuk jadi satu, seperti gulungan benang kusut dan ruwet. Ditambah lagi kegagalan demi kegagalan yang kurasakan, yang membuatku semakin terpuruk di lubang gelap paling dalam. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba bangkit dari keterpurukanku. Sebagai langkah awal, kuputuskan untuk aktif lagi di sanggar.

Selasa, 13 Desember 2016

MARKONAH



Tadi ada beberapa teman yang merencanakan bulan Desember nanti akan berziarah ke Israel untuk merayakan Natal disana. Mereka menawariku apakah bersedia untuk ikut bersama rombongan mereka. Aku katakan tidak mungkin Natalan aku pergi, sebab harus ke stasi-stasi. Natal dan Paskah adalah moment dimana umat stasi-stasi banyak yang berkumpul untuk merayakan misa bersama keluarga.

Mendengar ada orang yang mengajak ke Israel untuk berziarah aku menjadi teringat seseorang yang kupanggil Markonah. Aku sendiri tidak tahu siapa nama aslinya. Aku juga memperkenalkan dia pada teman-temanku dengan nama Markonah. Dia hanya cemberut bila aku panggil Markonah dan kuperkenalkan sebagai Markonah.

Selasa, 29 November 2016

WUJUD KASIH



Baru kali ini aku datang ke upacara pengantin orang Madura. Ya ampun heboh sekali. Sampai aku mikir, berapa juta biayanya. Meskipun di desa, mereka pesta semalam suntuk nanggap Orkes Melayu.  Wah pokoknya keren habis... Bagiku ini luar biasa.

Beberapa hari yang lalu aku menerima SMS yang bunyinya “Buk, kula badhe rabi kalih minggu malih, ibuk teko yo.“ (Bu, saya mau menikah dua minggu lagi, ibu datang ya). Wow aku terpana, ini luar biasa. Sodik anakku akan menikah. Lho, yang aku kagum calon istrinya lulusan S1 dan sekarang mengajar di salah satu sekolah di Madura. Bapaknya Sodik meninggal 2 tahun yang lalu, ibunya stroke dan sekarang tinggal di Madura.

Rabu, 23 November 2016

Yang Miskin Makin Miskin dan yang Kaya Makin Jaya



“Aku sudah ada di depan perumahan.”
“Oke aku akan cari kamu”

Panggilan dari telephone seluler berakhir. Kulihat saat itu waktu di HP menunjukkan pukul 18.40. Wuahhh total 1 jam 20 menit perjalananku dari kantor ke TKP. Lesu dan lunglai rasanya badan ini dihajar oleh kemacetan jalan. Rencana saya hanya diam dan mengamati mereka saja dulu daripada tidak fokus karena kelamaan dijalan.

Senin, 24 Oktober 2016

Bocah Penjual Koran & Adiknya



Malam ini, aku dan seorang teman lamaku sedang berada di sebuah kedai Mie Makassar di samping Kebun Bibit daerah Bratang. Sambil menikmati masing-masing seporsi jumbo Mie Makassar, kami asyik bercerita tentang banyak hal. Tentang pengalamannya berlibur di Singapura baru-baru ini sampai ke persoalan keluarga kami masing-masing.

Ditengah-tengah keasyikan kami makan dan bercerita, muncullah seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan dan mereka berdiri tepat di samping meja kami. Bocah laki-laki tampak memegang beberapa eksemplar tabloid dan di tangan bocah perempuan yang lebih kecil tampak beberapa eksemplar koran.