Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...

Selasa, 15 Agustus 2017

Antara Kemangi dan Kenikir



Kethut adalah keponakanku. Ia hanya lulus SMP. Sehari-hari ia kerja di ladang dan membantu orang tua memelihara ternak. Ia terkenal sebagai anak rajin. Dari kecil ia biasa membantu bapaknya yang berprofesi sebagai tukang batu sepulang sekolah. Terlihat hasil kerja keras dan ketelatenannya dalam bekerja dalam bentuk sepeda motor 160 cc yang ia tunggangi sekarang. Handphone di sakunya pun tergolong kelas mahal. Sepeda motor dan HP canggihnya melengkapi penampilan dia saat berlebaran seperti saat ini. Penampilan yang patut mendapat apresiasi karena sepeda motor  dan HP itu ia peroleh karena keuletan dia dalam bekerja sebagai buruh tani dan kuli batu. Tak seperti kebanyakan pemuda lain yang tampil mentereng tapi semuanya didapat dari kerja keras orang tuanya.

Selasa, 08 Agustus 2017

BAKTI SOSIAL????



Biasanya pada saat Paskah pada umumnya Gereja mengadakan bakti sosial. Jauh-jauh hari panitia Paskah sudah membuat proposal dan membagikan kepada para donatur bahkan mencari donatur dari luar paroki. Panitia sudah membuat bahan apa saja yang akan dibagikan dan mendata siapa saja yang akan diberi bantuan. Bahkan ada pula kelompok umat yang mencari daerah-daerah yang jauh dari luar paroki untuk diberi sumbangan.

Jumat, 28 Juli 2017

Obat Lelah Buat Murin dan Rizky



Perawakannya gempal dan berkulit gelap. Aksen maduranya pun sangat kental ketika berbicara. Tingginya juga tak sampai 160 cm. Jika bukan kaos oblong lusuh pasti kemeja lecek yang dipakainya. Terkadang topi berwarna yang sudah tak lagi terlihat warna aslinya, turut hinggap di kepalanya. Kawan sejawatnya biasa memanggilnya Murin.

 Sambil menunggangi kuda besi yang menarik gerobak pengangkut rejekinya yang kosong, ia mendatangi lokasiku bekerja. “Sampaaaah!” seruan yang menggema nan melengking keluar dari bibirnya setelah membuka pintu pagar. Untuk kedua kalinya ia kembali ke Jl. Kinibalu No. 41, Surabaya. Siang itu ia tak singgah untuk mengambil sampah melainkan dimintai tolong mengangkut sisa rosokan hasil dari bersih – bersih lantai atas rumah kerjaku.

Jumat, 21 Juli 2017

Hahhh??!.. masih ada sekolahan seperti ini di Surabaya???



Inilah ceritaku, tentang betapa memilukannya ketimpangan kondisi pendidikan masa kini. Suatu kali ada begitu banyak sumbangan yang diberikan para donatur kepada Yayasan. Berupa perlengkapan sekolah seperti alat tulis, pensil warna, buku-buku dan alat peraga pendidikan. Bantuan itu dikemas dan dipack sesuai jenisnya untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah atau pihak-pihak yang membutuhkan. Tempo hari barang-barang serupa dikirimkan ke sebuah sekolah di Manggarai dan mereka menerima barang-barang itu dengan penuh suka cita. Senang sekali rasanya saat melihat senyum anak-anak di sekolah itu dengan seragam baru, tas baru yang di dalamnya penuh dengan buku dan alat tulis.

Selasa, 11 Juli 2017

BISIK-BISIK SEUSAI MISA



Aku hadir pada saat Rm. Gross merayakan 50 tahun imamat. Dia seorang romo kelahiran Perancis. Pada saat homili dalam misa, dia menceritakan sedikit pengalaman hidupnya. Dia lahir di sebuah desa kecil di Perancis saat awal PD II dimana Perancis kalah oleh Jerman. Ayahnya adalah seorang aktivis partai sosialis. Saat Rm. Gross sudah remaja, dia menyatakan keinginannya untuk menjadi imam, ayahnya mempertanyakan keinginannya itu. Tetapi saat dia mengatakan ingin bergabung dengan komunitas St. Vincentius a Paulo, langsung ayahnya menyetujuinya. Bagi kebanyakan orang Perancis, St. Vincentius a Paulo adalah tokoh besar. Dia adalah seorang imam di Perancis yang membela dan peduli pada kaum miskin. Dia dapat dikatakan berusaha membongkar kehidupan Gereja yang semula hanya berkutat pada doa atau sekitar altar dan banyak imam yang mengejar kemewahan dan kenikmatan, menjadi Gereja yang peduli pada kaum miskin. St. Vincentius memberikan pengajaran dan membuat kebijakannya bagi para imam CM dan suster Puteri Kasih yang merupakan suatu gebrakan baru pada jaman itu.

Selasa, 04 Juli 2017

Persembahanku...



Pada hari minggu seperti biasa aku selalu menyempatkan diri untuk pergi ke gereja. Sebelum aku masuk ke gereja biasanya terlebih dahulu aku memarkirkan motor ke tempat parkir yang sudah disediakan oleh pihak gereja. Setelah selesai memarkirkan kendaraan, aku bergegas berjalan menuju ke gereja yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat parkir. Dalam perjalananku menuju gereja tersebut aku selalu mendapati Bapak dan Ibu tua yang biasa mencari rejeki di sepanjang jalan menuju gereja dengan cara menadahkan mangkok kecil sembari menunggu belas kasih dari umat yang melintasi di depan mereka.

Rabu, 21 Juni 2017

Warisan Keluarga Penjual Nasi Goreng



Sore itu, matahari mulai terbenam perlahan di sisi barat. Ayam tengah berbaris menuju kandangnya. Gerobak nasi goreng lengkap dengan nasi putih, bumbu, sayur, kompor dan wajan sudah siap menyambut pembeli.

Ahmadi (35) yang saban malam bergelut dengan panasnya wajan segera bergegas menggunakan celana selepas sholat magrib. Tak lama kemudian ia mendorong gerobak nasi goreng menyusuri jalan-jalan di Bendul Merisi Wonokromo Surabaya.

Bermodalkan suara, ia memanggil konsumen sepanjang jalan yang ia lalui dengan kata "nasi goreng" hingga berkali-kali.